Sebenarnya saya gak pinter nulis, apalagi tulisan yang panjang dan yang berat-berat. Jujur aja, tiap pelajaran ngarang pas SD sama SMP hasilnya selalu aneh. Terus Paper-paper waktu saya kuliah dan SMA pun banyak ngapusi-nya, alias nggak mutu. Tapi kok bisa lulus?
Sebenernya sih saya gak mau nulis2 lagi, tapi berhubung banyak yang nyuruh saya ngisi Blog di FS, mau tak mau harus nulis juga.
Tapi.. waduh, mau nulis apa nih? Bingung juga.. gak biasa nulis soalnya…
Tapi, ya daripada kosong, mending diisi aja deh..
Sekarang kita mulai aja, walaupun sebenarnya saya bingung mau crita apa. == Oh iya…!! Sebelumnya maafin deh, kalau nanti bahasanya Pating Srikut alias mawut. Jadi mohon dimaklumi karena sebelumnya gak persiapan buat ngomong (nulis maksudnya!). == Karena nggak ada persiapan, maka saya mau crita yang ringan-ringan aja, yang segar-segar yang mestinya dan normalnya pernah kita alami.
Gagal! Yah… pasti ini sangat familiar dengan kita. Sebuah hal yang pastinya sangat kita hindari, tetapi selalu menjadi bagian dalam dinamika kehidupan kita (huhu.. bahasane le… Ngeri!). Coba aja kalian ingat-ingat! Pas waktu kita sekolah, tiap malam kita belajar karena pengen selalu dapat nilai bagus. Tetapi kenyataannya, kita selalu bingung pas ulangan (apalagi kalo malamnya gak belajar, Wah… mesti tambah bubar jalan).
Coba diingat juga saat kalian lagi seneng / tertarik sama seseorang, sudah pasti penampilan serta pembawaan dipermak sedemikian rupa hingga mendekati sempurna. Tujuannya? Ya jelas biar menarik perhatian cewek / cowok yang kalian inceng itu. Tapi…. Kadang-kadang tetap saja luput, gak sesuai harapan alias Gagal!! (seperti saya sekarang ini, haha… bodoh!)
Hal diatas tadi cuma sedikit contoh, bahwa sebagai manusia, kita mesti pernah gagal, dan tiap manusia pun kadar gagal-nya berbeda-beda, sesuai dengan nasib yang diterimanya (hehe…).
Ada orang yang kelihatannya selalu berhasil dalam setiap usahanya (sejenis Aladin-lah pokoknya).
Ada juga yang kadang gagal – kadang sukses.
Tetapi ada juga yang pasti lewat dalam setiap usahanya.
Lha.. yang disebut terakhir inilah yang sangat rawan. Kalo orangnya masih keturunan Gatotkaca (Tahan Banting) pasti akan kembali bangkit dan belajar dari kesalahannya.
Tetapi, lain halnya kalo orangnya keturunan Nobita — kebetulan saya lagi seneng baca Doraemon nih.. (Hubungannya apa?? Ya nggak ada!!).
Orang kaya gini sudah pasti akan berlama-lama dengan kesedihannya, terus langsung kabur, nangis, meratap, mabuk, edan dan sebagainya.
Ya,,, Tapi sebenarnya kalo nangis sih boleh-boleh aja…(asal masih pada batasnya), wong namanya juga manusia! (Rocker aja manusia!).
Sebenarnya saat kita gagal, ada sesuatu yang dapat kita pelajari. Ada pepatah yang mengatakan “Seribu Kegagalan Menghasilkan Sejuta keberhasilan”
( – mesti bingung! Coba dicari di Alkitab, Yohanes 3:14, pasti tidak ada).
Artinya, kurang lebih bahwa tanpa kegagalan, kita tak akan pernah belajar bahwa jatuh itu sakit. Jika kita bijak, kita akan berusaha untuk tidak jatuh lagi dalam lubang yang sama.
Misal, ketika pertama saya dibelikan komputer. Karena saya gaptek, komputer selalu jadi kacau, rusak, baik program maupun Hardwarenya. Hasilnya, ortu marah besar…
Tapi dari situ saya dapat belajar tentang komputer. walaupun tak pandai2 amat, tapi paling tidak saya dapat belajar sesuatu, yaitu bagaimana cara mengatasi komputer rusak tanpa harus dimarahi (haha…).
Jadi, inti yang dapat kita tarik adalah: Jangan Pernah Menyerah!! Gagal bukan alasan buat mundur dan menghentikan usaha kita. Anggap saja bahwa kita masih diberi kesempatan untuk belajar. Ingat, bahwa Bapa di Surga selalu menyertai orang yang mau berusaha dan meninggalkan kegelapan dalam dirinya (Hah, darimana pula saya dapat kata2 ini!!).
Jadi, bagi kalian yang selalu gagal dalam mendapatkan cowok / cewek, jangan berpikir bahwa kalian dikutuk, tetapi anggap saja dia nggak pantes untuk jadi pacarmu (sebenarnya kebalik, haha..).
Juga bagi kalian yang selalu dapat nilai jelek, Jangan Menyerah! Belajar terus!! Tapi jika masih tetep gagal, Ya…. Nyonto wae…!! (itu juga sebuah bentuk usaha lho..)
Jadi… biar selalu gagal, usaha tetap jalan terusssss……..
Semoga Tuhan menyertai saya …. Ah, menyertai kita maksud saya!!
(pernah ditampung di bulletin gereja mino, edisi dahulu kala)